Kami selalu mengikutimu kemana arahmu.
Kami selalu mendukung apa yang kamu impikan
Tetapi, apa salah kami?
Kenapa kamu menginjak-injak kami?
Apakah kamu tega kamu membangun istanamu sedang saat kamu melihat kebawah hanya lubang gelap tempat tinggal kami?
apakah kamu tega saat kamu memakan daging impor pilihan sedang kami hanya memakan sampahnya?
Dalam kegelapan malam kami selalu bertanya
Apakah kamu punya hati?
adib fauzan, Surat untuk pemerintah ,2012
Advertisement