Kesedihan Segrombolan semut di malam hari

Kami selalu mengikutimu kemana arahmu.

Kami selalu mendukung apa yang kamu impikan

Tetapi, apa salah kami?

Kenapa kamu menginjak-injak kami?

Apakah kamu tega  kamu membangun istanamu sedang saat kamu melihat kebawah hanya lubang gelap tempat tinggal kami?

apakah kamu tega saat kamu memakan daging impor pilihan sedang kami hanya memakan sampahnya?

Dalam kegelapan malam kami selalu bertanya

Apakah kamu punya hati?

 

 

 

adib fauzan, Surat untuk pemerintah ,2012

Macam-Macam dan Ciri-Ciri Paragraf

  1. Deskripsi
  • Mendeskripsikan berupa situasi, suasana, kejadian,benda dll.
  • Tidak dijumpai penokohan.
  • contoh: Suasana Desa Kinaharjo Pasca Erupsi Merapi.
  1. Narasi
  • Disusun berdasarkan kronologi atau urutan.
  • Urutan dapat berupa waktu, tempat,kejadian.
  • Dijumpai unsur intrinsik
  • Dijumpai deskripsi (tokoh,tempat, kejadian)
  • contoh: cerpen, novel, roman
  1. Eksposisi (Paparan)
  • Menjelaskan, menginformasikan seusatu pada pembaca.
  • Distertai data, angka, grafik, statistik, gambar dll
  • contoh: Cara Membuat Pisang Goreng.
  1. Argumentasi
  • Menyakinkan, membuktikan, ikut memecahkan suatu masalah.
  • Dilengkapi alasan-alasan, bukti-bukti, analisis data, statistik, angka grafik, gambar dll.
  • contoh: karya ilmiah, skripsi, tesis dll.
  1. Persuasi
  • Tujuan ingin mempengaruhi pembaca agar mau melakukan tindakan atau perbuatan.
  • Disertai alasan-alasan logis
  • contoh: Naskah iklan, Propaganda, Kampanye.

sumber: catatan Neutron Bahasa Indonesia 2011

 

Aku, Dia dan Singapura

   

    Jam telah menunjukan pukul empat saat aku membuka gerbang pintu rumahnya. Pikiranku berkecamuk di dalam kepalaku rasanya ingin pecah. Ketika aku hendak mengetuk pintu, dia sudah membukanya dengan wajah murung. Dia segera berjalan menaiki tangga ke atas dan aku mengikutinya. Kulihat dia sudah mengemas barang-barangnya ke dalam koper merahnya.

“Kamu mau kemana? aku bertanya

dia mengangkat wajahnya , “Aku mau pindah ke Singapura, mungkin disana aku dapat berhenti memakai barang haram ini.

“Kamu sudah berbicara pada orangtuamu? kataku.

“Tidak, aku tidak akan pernah berbicara dengan mereka, aku akan tinggal bersama adik ibuku disana, katanya dengan nada tinggi.

“Aku masih menyayangimu , aku tidak bisa berpisah darimu tetapi mungkin takdir berkata lain.

aku tertunduk tidak bisa berkata apa-apa.

Kulihat matanya berlinang, “Pergilah cari kehidupan barumu aku sudah terlalu rusak untukmu.

Aku berkata,”tetapi aku menyayangimu,

Dia menatapku,”aku tahu, tetapi lihatlah diriku seandainya kau pun berbicara kepada orangtuaku toh mereka juga akan membuangku.

Perasaanku semakin kacau saat dia mengucapkan kata-kata itu.

“Kurasa ini pertemuan kita terakhirkalinya, maukah kau memberikan pelukan terakhir kepadaku? dia bertanya.

Aku memeluknya dengan penuh kasih sayang seolah dia satu-satunya yang kumiliki.

“Mungkin kita tidak bisa bersama tetapi aku akan selalu membuka hatiku untukmu, aku berkata kepadanya.

“Aku tahu, dia tersenyum kecil

Terdengar suara mobil di depan gerbang rumah.

“itu taksiku, maukah kau mengantarku ke airport? dia bertanya.

Aku mengangguk. Dalam perjalanan ke airport kami tidak dapat berkata apa-apa.

Sesampainya disana aku mencium keningnya dengan hangat.

“Aku pergi dulu,

“Jaga dirimu baik-baik,” aku berkata.

Dia melambaikan tangannya. Mataku berlinang melepas kepergiannya kurasa itu pertama kalinya air mataku berlinang di umurku yang ke tujuhbelas ini.Sampai saat ini aku tidak pernah mendengar kabarnya lagi.

Yogyakarta, 5 Januari 2012